Namaku Dian, nama lengkapnya Dian Nikita. Aku
adalah anak kedua dari 3 bersaudara, nama kakakku Anita , adekku namanya Risa.
Kita semua cewek dan kakakku juga udah punya suami.
Jujur aku tuh pernah suka sama seseorang yang menurutku
itu dia yang baik hati, enggak sombong, dan yaa pokoknya baik deh.. saat itu,
aku liat dia, dan rasanya ada getar-getar dalam hatiku gitu. Oh iya, aku kelas
Xa SMA, dan cowok yang aku suka itu kelas Xb. yhaa, tau lah, kalau anak muda
tuh sering suka-sukaan gitu..
Nama cowok itu adalah Reihan, aku juga gak tau sih
kenapa aku suka sama dia.? Masih berupa pertanyaan,, menurut aku Reihan itu
baik.
“Enggak-enggak aku gak begitu suka sama tuh orang,
aku harus gimana.?? “ kata mulutnya sih begitu tapi kalo sama hatinya mana
mungkin..
“dian..” ada suara yang memanggilnya dari kejauhan,
“siapa yha..??” kata hati dian sambil menengoknya
kebelakang.
“dian, tunggu,, ini aku lita. Anak Xb, kamu mau ke
kantinkan..?? aku ikut kamu yha, sama ada yang mau aku katakan sama kamu.”
“iyha boleh og lit,” kata dian.
Dikantin emang begitu banyak makanan yang dian
suka, tapi bagi dia gak ada yang enak.
“dian, kamu mau jajan apa.?” Tanya lita
“enggak ah lit, aku lagi males jajan nih.” Jawab
dian.
“yaudah kalo gitu gpp sih, yok duduk sini.” Ajak
lita duduk di kantin.
“oh iyha, tadi katanya kamu mau ngomong sesuatu
yha.? Apa.?” Tanya dian..
“hehe,, iyha, nanti aku certain sama kamu. Kita
makan dulu aja yha.? Aku laper nih.” Kata lita “iyha..” jawab dian.
Setelah mereka selasai makan, merekapun bercerita
dan saling mengenal satu sama lainnya. Tiba-tiba bel berbunyi dan mereka
berpisah kelas.
“daa.. dian,, besok kita terusin yha mainnya,,?”
kata lita sambil jalan jauh.
“da juga lit, iyha semoga besok kita bisa lanjutin
lagi,” jawab dian sambil masuk ke kelasnya.
Keesokan harinya
Dian yang menunggu lita di depan gerbang, tiba-tiba
Reihan datang dan melewati Dian. “deg..deg.. jantung Dian berdegub” (tapi gak
keras kok), untunglah setelah itu lita datang dan menemui Dian.
“pagi dian.. hehe.. ayo masuk kelas..” kata lita
“tapi kelas kita beda hlo lit,,” kata dian
“hehe.. iya ya,, aku lupa,, maap yha dian,,” lita
“iyha gak papa lit,, kita kan bisa duduk di gazebo
dulu kan sambil nunggu bell masuk.” Dian.
“oke deh sahabatku Dian Nikita,,, “ kata lita
sambil tersenyum..
“mulai deh Lebay nya..” kata dian sambil tersenyum
Mereka bercanda dan tertawa bersama. Sampai-sampai
bell masuk tanda pelajaran pertama dimulai.
“yaa,, aku jauh lagi sama sahabatku yang cantik
ini” kata lita yang menyindir Dian.
“ehem siapa sih yang dimaksud.? Yaudah kita masuk
kelas dan mulai belajar, nantikan juga masih bisa bercanda bersama..” kata
dian.
“iyaa deh..” kata lita..
Merekapun berjalan bersama dan masuk ke kelas
mereka masing-masing.
Dikelas Dian
“aku masih bingung sama hati aku, kenapa sih kalo
aku lihat Reihan, selalu jantung aku deg-degan gitu.?” Kata hatinya dian yang
bertanya-tanya. Lalu Dian menuliskan dalam bukunya “Kata
hati itu adalah kata yang paling jujur dan tidak pernah berbohong untuk hal
yang serius. Meskipun mulut berkata tidak, tetapi hati yang berkata iya, karena
hati itu tidak pernah bersalah. Jangan penah kamu salahkan hatimu.”
Tiba-tiba Reihan berjalan melewati kelas Dian, dan
saat itu, dian sedang melihat di luar jendela. Dian pun kaget dan gak lupa
jantungnya deg-degan lagi. “WOW,, istimewa..”
Bell istirahat berbunyi..
Dian pun menjemput lita di depan kelasnya,,
“hey lita..? kita ke kantin yuk..!” ajak Dian
“oke,, ayok deh sobat..” lita pun menerima ajakan
dian.
“hey lit, kamu tau gak cowok yang namanya Reihan
pratama..?” Tanya lita
“ya tau lah,, dia kan satu kelas sama sahabat kamu
ini yang cantik, hehe..”jawab lita sambil menunjukkan dirinya..
“iih,, apaan sih kamu nih, dia tuh orangnya gimana
lit..?? baik gak,,?” Tanya Dian
“baik kok,, kamu suka yha sama Reihan..??” Tanya
lita yang pengen tau.
“mmm... enggak gitu sih, aku cuma ngerasa ada yang
aneh aja sama hatiku,, kenapa yha kalo aku liat Reihan atau dia lagi ada dijauh
sana dan aku mau lewat gitu, pasti deh, jantung aku tuh deg-deg an gitu..?”
jawab Dian.
“haha... itu sih namanya suka,,!” tegas lita.
“aah,, masak sih..??” Dian yang menjawab dan
tersipu malu. ”udah ah, kita makan dulu.. aku udah laper dari tadi.” Lanjut
Dian.
“iya, ayo makan.” Jawab lita..
Mereka pun sambil makan dan saling bercerita. Lita
pun membantu Dian untuk mendekati Reihan,
“Dian, aku kasih ni nama Facebooknya Reihan,
:Reihan Pratama aja: itu namanya.. kamu bisa dekat dengannya,,” kata lita
“aah,, buat apa sih, gak usah gitu juga kali
lit..?” jawab Dian.
“kamu nih, kita kan temen, jadi aku boleh kan bantu
kamu kalo kayak gini.? Aku juga pengen liat temen aku seneng..” ungkap Lita
“iya deh,, maaf yha lit.. tapi kamu jangan sedih
gitu juga kale..” jawab dian menghiburnya.
“iya, dian my the best fiends.. hehe..” jawab lita
yang dengan gaya dia.
“kalo gitu aku pulang dulu ya lit,, daa..” “daa..”
Dirumah Dian
Setibanya Dian dirumah. Ia langsung mengambil
laptopnya dan mencari facebooknya Reihan. Senengnya hati Dian yang udah nemuin
facebook Reihan.
Saat itu juga Dian menanbahkan Reihan sebagai
temannya. esok paginya, ketika ia membuka fbnya,, ternyata Dian telah dikonfirm
oleh Reihan. Setelah itu, Dian membaca semua status yang dibuat oleh Reihan,
dan enggak lupa tradisi di fb tuh Like. Setelah semua ia like. Dian coba
liat-liat fotonya,,”waah,, ternyata Reihan itu lumayan ganteng juga iya.?”
Dalam hatinya berkata seperti itu,,sambil senyum-senyum sendiri.
Disekolah Dian
Pagi saat di sekolah dian menceritakan semua
tentang Reihan kepada Lita.. sambil senyum-senyum sendiri seperti orang aneh,
“Lita,, aku udah nemuin facebooknya Reihan,,” kata
Dian yang dengan tersenyum-senyum.
“tuh kan, gimana kamu seneng gak.? Pasti iya,
karena dari tadi kamu senyum-senyum sendiri. Iya kan,, ngaku aja.” Jawab lita
yang begitu senang kalo Dian juga senang.
“iya Lit,, kamu tau kan aku seneng banget..” jawab
dian yang senang, dan senyum terus..
“yaudah, ayok masuk kelas aja.” “iya ayo”
“Reihan, aku tuh pengen kenal lebih dekat dengan
kamu. Tapi, aku tak ingin mengganggu kamu yang mungkin sudah punyai pacar..”
dalam hatinya Dian yang berharap dapat berteman dan mengenal satu sama
lainnya..
“Mungkin gak sih, sebenernya reihan juga pengen
kenal aku. Aku sangat berharap itu iya,, Reihan semoga kamu jujur dengan
perasaan kamu ke aku..” ini kata hati Dian, yang sangat menginginkan perasaan
itu.
Ketika
pulang Dian tidak sengaja bertemu dengan Reihan di bus sekolah yang sering dia
naiki. Karena Dian terlalu banyak membawa barang, dan dia juga susah untuk naik
bus.
“eeh,, tolongin dong..!” kata dian,
“sini, ini buat aku ya,, makasih hlo..” kata Reihan
yang menolong Dian.
“huum,,, makasih ya udah ditolongin sama kamu.”
Jawab Dian
“iya,” jawab Reihan,
Tiba-tiba ada teman Reihan yang juga menjawab Dian,
yaitu Revan. “iya sama-sama.” Jawab Revan dengan tersenyum.
“iih,, huum..” jawab Dian yang juga melihat ke arah
Revan.
Sering sekali Dian yang memperhatikan tingkah
Reihan ketika di sekolah entah itu di saat olahraga, pelajaran jika kelasnya
menjadi satu dengan kelas Reihan, memperhatikan ketika di facebook Dian selalu
menjelajahi facebook Reihan. Dian juga selalu melihat dia ketika di kantin.
Semua Dian perhatikan, semua tentang Reihan.
Sampai saat ini Dian belum pernah mendekati Reihan.
Begitulah sifat Dian yang selalu memendam rasa itu sendiri.